berita olah raga

Author: aja aja ada / Label:


Gambar

Italia Dihukum Set-piece (Lagi)

Rossi Finza Noor - Piala Dunia

Nelspruit - Satu sontekan dari Shane Smeltz membuat Italia kebobolan lebih dulu. Gol yang menandakan bahwa Italia punya masalah dengan set-piece.

Laga di Mbombela Stadium, Minggu (20/6/2010) malam WIB, baru berjalan tujuh menit ketika Selandia Baru mendapatkan tendangan bebas di sisi kanan pertahanan Azzurri. Free kick inilah yang menjadi awal lahirnya gol Smeltz.

Bola diarahkan ke kotak penalti Italia dan disundul ke tiang jauh oleh Chris Killen, di mana Smeltz berdiri. Fabio Cannavaro lalai mengawalnya sehingga penyerang All Whites itu sukses menaklukkan Federico Marchetti dengan satu sontekan.

Hal ini mirip-mirip dengan kejadian di Green Point Stadium beberapa hari sebelumnya. Ketika itu, Italia tertinggal 0-1 dari Paraguay dengan cara yang sama: melalui set-piece.

Waktu itu yang jadi terdakwanya adalah Daniele De Rossi yang gagal mengawal Antolin Alcaraz. Imbasnya bek Paraguay itu dengan leluasa menanduk bola ke jala Gianluigi Buffon.

Beruntung bagi De Rossi, ia kemudian menyelamatkan tim nasionalnya dengan gol di babak kedua, memaksakan hasil akhir menjadi 1-1--sama seperti laga melawan Selandia Baru.

Bagi Riccardo Montolivo, kebobolan dari situasi bola mati lagi bukanlah pertanda bagus. Ia meminta timnya untuk lebih fokus lagi dalam hal ini.

"Sekali lagi, kami kebobolan karena kurang konsentrasi dan dalam serangan pertama," keluhnya di Football Italia.

Publik Italia tentu berharap kesalahan seperti ini tak terjadi lagi kala mereka menghadapi Slovakia di laga terakhir Grup F.



Sumber : http://m.detik.com

berita tehnologi

Author: aja aja ada / Label:



Target Pencurian Cyber Berubah

Andrian Fauzi - detikinet

Singapura - Seiring dengan meningkatnya transaksi online, target phising pun berpindah dari yang sebelumnya situs institusi keuangan ke situs-situs transaksi online.

Phishing adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memperoleh data-data penting seperti username, password, dan bahkan data rekening bank. Para pelaku -- phisher -- sering memakai situs sosial, lelang, pembayaran online, atau situs yang digunakan untuk urusan administrasi seperti situs penyedia email dan situs jejaring sosial.

"Berdasarkan data dari IBMX-Force tahun 2009, tren target phising berpindah dari situs institusi keuangan ke online payment," ujar Dimitri Mahayana, Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision saat berbincang dengan detikINET.

Dijelaskannya, pada tahun 2008, 90% situs institusi keuangan menjadi target para phiser. Nah, pada 2009 turun menjadi sekitar 70%. Berbeda dengan online payment yang meningkat tajam.

"Tahun 2008 kurang dari 10%. Tapi pada tahun 2009 naik pesat menjadi sekitar 30%. Artinya ada pergeseran target sasaran phising," jelas Dimitri di sela-sela workshop 'State of The Art Global Electronic & Mobile Micropayment & Mobile Remittance' yang digelar oleh Sharing Vision di Royal Plaza, Singapura.

Kondisi ini wajar adanya. Mengingat potensi transaksi online yang diperkirakan oleh Forrester Research bisa mencapai US$172,9 miliar tahun 2010 ini. Maka dari itu, isu keamanan menjadi sangat penting.

Selain keamanan, Dimitri menambahkan bahwa isu pencucian uang pun cukup menjadi perhatian. Beberapa bank sentral di Eropa, sambungnya, mulai memperketat proses seleksi penerbitan e-money untuk mengantisipasi aktifitas pencucian uang.

"Mereka sudah menetapkan batasan maksimal setara dengan Rp 2,5 juta untuk setiap e-money yang diedarkan. Selain itu juga penerbit e-money harus menyediakan garansi sebagai cadangan setara dengan Rp 6,5 miliar," pungkasnya.( afz / ash )

Sumber : http://m.detik.com

ekonomi

Author: aja aja ada / Label:



Pertamina Tambah 15 SPBU COCO di 2010

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan menambah 15 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) COCO (Company Owned Company Operated) pada tahun ini. Saat ini, BUMN Migas itu telah memiliki 53 SPBU COCO yang dioperasikannya sendiri.

"Tahun 2010 akan dibangun 15 SPBU COCO dan sekarang masih dalam proses pembangunan," ujar Vice President Communcation Pertamina, Basuki Trikora Putra saat dihubungi detikFinance, Minggu (20/6/2010).

BUMN migas itu telah mengalokasikan dana sebesar US$ 400 juta atau sekitar Rp 3,8 Triliun untuk pembangunan SPBU COCO dalam lima tahun ke depan. Dimana membangun satu SPBU COCO dibutuhkan dana sekitar Rp 5-24 miliar, tergantung pada ukuran dan fasilitasnya.

Saat ini rata-rata SPBU COCO milik Pertamina menjual 50 Kiloliter (KL) per hari.

Basuki menambahkan, pada saat ini jumlah SPBU pertamina yang beroperasi di seluruh Indonesia mencapai 4663 SPBU. Dari seluruh SPBU itu, sebanyak 2868 SPBU sudah sertifikat Pasti Pas, sementara sisanya sekitar 1.795 SPBU masih belum bersertifikat Pasti Pas.

"Sepanjang tahun ini jumlah SPBU yang mendapat sertifikat Pasti Pas sebanyak 278 SPBU," jelasnya Basuki.

Perseroan sendiri menargetkan seluruh SPBU yang beroperasi di Indonesia sudah bersertifikat Pasti Pas dalam tiga tahun ke depan. (epi/wep)

Sumber : http://m.detik.com

piala dunia

Author: aja aja ada / Label:


Gambar

Pepe Kecewa pada Lippi, tapi ...

Narayana Mahendra Prastya - Piala Dunia


Nelspruit - Kekecewaan melanda Simone Pepe atas keputusan Marcelo Lippi menariknya keluar. Meski begitu pemain bernomor tujuh tersebut berjanji menjaga agar "perselisihan" ini menjadi urusan internal saja.

Pepe bermain di sepanjang 45 menit pertama saat Italia melawan Selandia Baru, Minggu (20/6/2010) malam WIB.

Di babak kedua, pemain yang musim 2010/11 berseragam Juventus itu duduk di bangku cadangan. Ia digantikan Mauro Camoranesi.

Sebuah strategi yang "janggal" dilakukan Lippi. Di pertandingan sebelumnya melawan Paraguay Pepe berjasa atas lahirnya gol Italia. Kini ketika Azzuri butuh gol, sang kreator malah ditarik.

Hal ini membuat pemain kelahiran 30 Agustus 1983 itu tidak puas dengan keputusan sang allenatore. "Saya berpendapat bahwa saya tak bermain buruk, tapi mungkin Anda bisa melihat hal yang berbeda di lapangan," ujarnya seperti dikutip dari Football-Italia.

Lalu apa alasan Lippi menarik keluar Pepe? "Dia melakukan hal yang berbeda dari yang saya instruksikan, jadi dia saya ganti. Tapi keputusan ini bukan berarti saya menghukumnya. Saya hanya berusaha untuk mencoba merubah karakteristik permainan tim," tandas pria yang pernah menangani Juventus dan Inter Milan itu.

Kekecewaan seorang pemain kepada tim bisa berujung sebuah kekisruhan, seperti halnya yang melanda timnas Prancis.

Namun untuk kasus Pepe, Italia pantas bernapas lega karena sang pemain merespon dengan cara yang positif.

"Ya memang, sudah jelas siapa pun ingin bermain setiap waktu. Tapi itu tak mungkin. Saya akan berbicara dengan pelatih besok. Saya memilih untuk membicarakan ini di ruang ganti saja, tidak di media," tutup Pepe.

(nar/mrp)

Sumber : http://m.detik.com